Berita

Perajin Batik Bantul Diharapkan Memiliki Modal Kuat

Rabu Legi, 12 Desember 2018 08:10 WIB 195

foto

Pemkab Bantul melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Perindustrian (DKUMP) terus mendorong agar para perajin batik giat melakukan regenerasi.

Agar regenerasi berjalan baik, dibutuhkan modal yang kuat. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas KUMP Kabupaten Bantul, Drs. Sulistiyanto, M.Pd

"Upaya kita saat ini regenerasi pembatik. Ketika ada regenerasi pasti membutuhkan modal. Setelah dilatih tentu butuh modal untuk bisa aplikasikan apa yang didapat," katanya dalam kesempatan Pemberdayaan Pembatik di Aula BPR Bank Bantul, Senin (10/12/2018) siang.

Pihaknya mengharapkan para perajin dapat membentuk kelompok usaha beraama.

"Kami harapkan, produk rumahan, perajin bisa bentuk kelompok usaha bersama agar akses permodalan juga bisa perkelompok," katanya.

Selain itu, jika berkelompok mereka juga bisa mengakses BPJS.

"Selama ini perajin rumahan belum bisa tercover. Ini yang kita upayakan," terangnya.

Tahun ini pihaknya telah melatih lebih dari 80 orang di tiga kecamatan yakni Sewon, Pleret dan Piyungan.

"Basic pembinaan lebih mudah dengan kelompok. Supaya bisa usaha barengan dan agar lebih kuat permodalannya," paparnya.

Para perajin ini pun diarahkan untuk mengakses permodalan dari lembaga keuangan baik bank hingga koperasi UMKM.

Masalah pembiayaan ini hendaknya menjadi prioritas bagi lembaga keuangan tersebut, seperti yang disampaikan Kepala OJK DIY, Untung Nugroho.

"Kami mengarahkan supaya industri mendukung sektor prioritas yang menjadi prioritas. Batik jadi prioritas di Bantul Jadi pembiayaan harus jadi prioritas," kata Untung.

Lanjutnya, setidaknya dalam rencana bisnis lembaga tersebut harus mempunyai target untuk menyalurkan pembiayaan ke pembatik.

"Nanti ada pembinaan juga. Rencana bisnis itu juga kita awasi," ucap Untung.

Rencana yang sudah disampaikan tersebut akan ditagih di akhir tahun untuk mengetahui seberapa besar realisasinya dan juga kendalanya.

"Penyaluran pembiayaan ini bukan hanya menyalurkan uang saja. Tapi harus ada pembinaan. Mulai dari pembinaan teknis produksi terkait bahan pewarna, juga kendala pemasaran," tuturnya.

Untung menambahkan, untuk perajin perorangan yang masih menyetor ke pengusaha/majikan dapat mengakses modal ke lembaga keuangan mikro.

"Nah ini sekarang ada lembaga keuangan mikro yang bisa memberi pinjaman sejutaan. Ada di LKM Pesantren Krapyak," jelasnya.

"Di sana tanpa agunan, bunganya juga paling tiga persen, nyaurnya juga nggak berat. Itu untuk pemula. Kalau majikannya perlu utang besar buat beli mori, bisa utang ke BPR Bank Bantul," sambungnya.

Sementara itu Direktur PD BPR Bank Bantul Aristini Sriyatun mengatakan sejauh ini tak ada masalah terkait akses modal para perajin batik di Bantul.

"Sebetulnya kalau pembatik tidak bermasalah. Memang 30 persen dari outstanding kredit kita, kita berikan ke UMKM. Dan di antara UMKM ini kita berikan kredit yang kelompok-kelompok," paparnya.

Lanjutnya, sistemnya hampir sama dengan bank wakaf dan sudah berjalan sejak 2003 untuk memberikan modal ke kelompok-kelompok yang tersebar di Bantul.

"Ada 1200 kelompok lebih. Kami memberikan kredit tanpa jaminan. Mulai dari Rp 1 juta per anggota sampai maksimal Rp 8 juta," terangnya.

Lain sisi, Ketua Dekranasda Bantul Erna Kusumawati Suharsono mengatakan para perajin harus berinovasi dalam membuat motif batik.

"Kita harus berinovasi membuat motif-motif batik. Jangan sampai kalah dengan batik printing," ujarnya.

Namun ia juga menekankan agar para perajin memiliki modal kuat agar dapat bertahan di industri kerajinan ini.

"Batik perlu proses panjang pembuatannya, jadi membuat modal tertahan. Jadi bagaimana kita harus punya modal yang kuat, jangan sampai kita membuat batik lalu dijual dan  belum menerima uang kita berhenti," paparnya.

(Sumber : http://jogja.tribunnews.com/2018/12/11/perajin-batik-bantul-diharapkan-memiliki-modal-kuat?page=3)


Bantul Siaga Covid-19

Klik Gambar Untuk Mengetahui Perkembangan Virus Covid-19 di Kabupaten Bantul

Sudah Baikkah Layanan Kami?

Klik Gambar Untuk Memberikan Penilaian

Layanan Aduan

Sosial Media

Pengunjung
  • Pengunjung: 158041
  • Online: 64
  • Hari ini: 239